Gerakan Berbagi, Kolaborasi Alumni dan Mahasiswa ITB Untuk Para Tunawisma

BANDUNG, itb.ac.id – Berangkat dari keprihatinan akan banyaknya orang yang harus tidur di pinggir jalan setiap malamnya, seorang alumni program studi Teknik Mesin ITB 2008, Mukti Widodo, mencetuskan sebuah aksi bernama Gerakan Berbagi. Aksi ini merupakan sebuah kegiatan sosial yang sasarannya adalah tunawisma di Bandung.

“Saya merasa ada hal yang harus saya tunaikan supaya mereka bisa sedikit merasakan kenyamanan di dalam kehidupan mereka. Ternyata ketika saya mencoba berbagi sendiri, dampak yang bisa saya berikan sangatlah sedikit. Karena keterbatasan sumber daya dan waktu, saya tidak bisa berbagi setiap hari. Padahal mereka membutuhkan makan setiap hari. Untuk itu saya ingin mengajak sebanyak-banyaknya teman yang bisa membantu.”, papar Mukti selaku ketua dari Gerakan Berbagi.

Awalnya Mukti hanya ditemani seorang temannya dalam membagikan makanan. Kemudian muncullah ide untuk membentuk Gerakan Berbagi. Mukti meminta bantuan teman-temannya untuk mengajak orang bergabung dalam aksi ini menggunakan sosial media. Akhirnya, Gerakan Berbagi dibentuk di awal Februari 2018 dengan anggota awal sebanyak 18 orang.

  

Secara umum, kegiatan dari Gerakan Berbagi adalah membagikan sandang dan pangan kepada para tunawisma di Bandung. Dilakukan pula social mapping tentang kondisi para tunawisma dan masalah yang dihadapi dengan mewawancarai para tunawisma yang hasilnya akan dipertimbangkan dalam keberlangsungan Gerakan Berbagi. Sejauh ini, cakupan wilayah kegiatan ini adalah daerah Naripan, Otista, Stasiun Bandung, Cibadak, Suniaraja, dan Asia Afrika.

Gerakan Berbagi memiliki target yang setiap harinya dievaluasi. Target jangka panjang dari aksi ini adalah membuat rumah singgah dan yayasan atau badan hukum untuk para tunawisma. “Target saya sih kegiatannya konsisten setiap hari ada. Kan mereka (para tunawisma) laparnya setiap hari. Dan kalau yang ikut banyak nanti rencananya akan diperluas, dibagi jadi beberapa tim ke seluruh Bandung.”, ujar Mukti pada Jumat (23/03/2018) lalu.

Dengan bantuan sosial media, aksi Gerakan Berbagi sudah tersebar luas dan sampai hari Sabtu (24/03/2018), sebanyak 335 mahasiswa ITB dari berbagai jurusan dan angkatan telah bergabung dalam aksi ini. Gerakan Berbagi terbuka bagi siapa saja yang ingin berkontribusi, baik itu berdonasi maupun membantu turun ke lapangan. Tidak ada persyaratan khusus jika ingin bergabung, cukup dengan memiliki kemauan untuk berbagi dan komitmen. Selain itu, beberapa penjual makanan di sekitar kampus ITB juga turut menyumbangkan makanan untuk dibagikan setiap malamnya.

Dengan adanya aksi Gerakan Berbagi ini, diharapkan dapat membangkitkan kembali jiwa kemanusiaan mahasiswa ITB.

Penulis : Ulayya Safrina – FTSL
                  Reporter Kantor Berita ITB

Berita Terkait

IndonesiaEnglish