FMAE Aerospace Colloquium

Kolokium kedirgantaraan FTMD merupakan serangkaian seminar dengan tema kedirgantaraan yang diselenggarakan oleh FTMD. Kolokium diselenggarakan untuk memperkaya wawasan civitas akademika dengan mendatangkan para figur atau alumni yang berkecimpung di dunia kedirgantaraan praktis, baik dalam industri, pemerintahan ataupun penelitian.

Pada hari jumat 30 Januari 2015 lalu, FTMD mengundang Dr. Budhi M. Suyitno untuk berbagi pengalaman beliau. Sebagian besar karir Dr. Budhi dijalani di Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan. Beliau adalah alumni T. Penerbangan angkatan 71, pernah menjabat sebagai Menteri Perhubungan RI pada tahun 2001 dan sebagai Dirjen Perhubungan Udara pada tahun 2007-2009.

Tema kolokium adalah mengenai keselamatan penerbangan, namun isi kolokium membahas juga banyak hal di balik gunung es permasalahan keselamatan penerbangan. Dalam paparan dan diskusi terlihat bahwa demikian banyaknya kepentingan internasional terhadap Indonesia yang berkaitan langsung ataupun tidak dengan keselamatan penerbangan. Menurut Pak Budhi, salah satu syarat untuk dapat memajukan keselamatan penerbangan di Indonesia tidak lain adalah dengan lepas dari pengaruh kepentingan internasional tersebut. Dalam hal ini kita patut bersyukur karena UU no 1 tahun 2009 tentang Penerbangan sudah banyak mengamanatkan hal-hal kunci, antara lain adalah dengan mengamanatkan pembentukan lembaga layanan navigasi udara yang bertanggung jawab pada Menteri Perhubungan. Lembaga ini murni berorientasi pada keselamatan penerbangan dan bukan untuk mendapatkan keuntungan ekonomi. Saat ini masih terjadi Tarik ulur kepentingan sehingga lembaga tersebut belum terwujud sebagaimana yang diamanatkan.

Hal lain yang dipesankan adalah mengenai integritas dari para pelaku di dunia kedirgantaraan itu sendiri. Banyak pengalaman Pak Budhi yang disampaikan dalam kesempatan kolokium ini menggambarkan bahwa integritas dapat memagari diri dari berbagai kepentingan lain sehingga perilaku dan kebijakan yang diambil dapat sepenuhnya berorientasi pada kepentingan keselamatan penerbangan.

Berita Terkait

IndonesiaEnglish