Kunjungan Mahasiswa FTMD ke America

Kunjungan Mahasiswa FTMD ke @Amerika –

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;
mso-ansi-language:EN-US;
mso-fareast-language:EN-US;}
Pusat Eksplorasi Sains dan Budaya Amerika

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;
mso-ansi-language:EN-US;
mso-fareast-language:EN-US;}

Kamis, 26 April 2012, mahasiswa FTMD ITB yang diwakili oleh 20 mahasiswa Program Studi Aeronotika dan Astronotika, mengunjungi @america di pusat kota Jakarta untuk memenuhi undangan kuliah umum tentang klimatologi. @america yang merupakan tempat ekplorasi sains, budaya, dan segala hal tentang Amerika di Indonesia, pada kesempatan kali ini menghadirkan Dr. Hal Maring, seorang Radiation Sciences Program Manager di NASA. Kuliah umum yang beliau bawakan berjudul “Climate Variability and Change : Earth Observing Satellites and Earth System Science at NASA”. Kurang lebih judul tersebut menggambarkan pandangan mengenai Iklim dan perubahan iklim dalam perspektif seorang scientist NASA.

Kuliah umum dimulai pada pukul 18.30. Peserta yang datang berasal dari berbagai civitas dan masyarakat umum. Civitas yang terkait yang tampak hadir adalah teman-teman dari LAPAN. Dr. Hal Maring membuka pembicaraan dengan menjelaskan mengenai bagaimana iklim global di bumi ini berubah dan bagaimana perubahan tersebut akibatnya pada masa depan.

Dr. Hal Maring menjelaskan mengenai proses dan sebab perubahan iklim global secara mendetail. Mulai dari terbentuknya fenomena greenhouse di atmosefer bumi, terperangkapnya CO2 di udara kita, dan aktivitas-aktivitas manusia yang menyebabkan meningkatnya emisi CO2. Konsekuensi-konsekuensi dari perubahan iklim yang terjadi juga disampaikan dalam bentuk grafik dan gambar yang menarik, seperti fenomena mencairnya gletser di Greenland dari tahun ke tahun, atau kondisi-kondisi perubahan temperatur udara di belahan bumi lainnya. Aktivitas-aktivitas tiap negara dan hasilnya terhadap penambahan CO2 di bumi ini juga ditampilkan secara jelas. Terlihat bahwa emisi-emisi tersebut didomasi efeknya dari aktivitas-aktivitas negara maju.

Dalam hal iklim dan perubahan iklim, NASA memosisikan diri sebagai research unit yang membantu menyediakan data dan memformulasikan model, baik untuk global ataupun regional, tentang bagaimana seharusnya menghadapi perubahan iklim dan juga bagaimana kondisi iklim saat ini dan yang akan datang. Sebagai lembaga yang independen dari intervensi, NASA melakukan semuanya melalui scientific process dengan menggunakan teknologi-teknologi yang mereka miliki. Penggunaan satelit-satelit NASA yang memonitor bumi setiap waktu menyajikan data yang dibutuhkan untuk kemudian dianalisis secara objektif untuk menghasilkan sebuah model yang tepat. Dari model ini kemudian diusulkan lah kebijakan yang seharusnya diambil oleh pemerintah ataupun masyarakat global.

Acara tepat berakhir pada pukul 20.30 sesuai dengan yang dijadwalkan. Waktu 2 jam yang disediakan oleh panitia tak terasa terlalui dengan begitu cepat. Sesi tanya jawab yang disediakan panitia diisi dengan pertanyaan-pertanyaan yang menarik. Diskusi mengenai penggunaan biofuel yang menjadi kontroversi terhadap pengaruhnya akan peningkatan CO2 dan juga pengurangan lahan hijau, kemudian pertanyaan mengenai jual beli karbon antara negara maju/industri dengan negara penyerap karbon, menjadi diskusi-diskusi yang menarik pada sesi tanya jawab.

Pelajaran yang bisa diambil dari diskusi ini adalah mengenai kesadaran dan tanggung jawab kita untuk menjaga kelestarian dan kenyamanan bumi, tempat tinggal kita bersama. Bumi yang dirasakan semakin panas dan tidak nyaman saat ini adalah efek domino yang diakibatkan oleh tingkah laku manusia sebelumnya yang kurang menjaga kelestarian lingkungan demi kebutuhan industri semata. Jika pola pikir dan tindakan kita tidak berubah untuk lebih peduli pada kelestarian lingkungan, maka bisa jadi anak cucu kita dan pewaris generasi berikutnya akan mewarisi bumi yang lebih tidak bersahabat lagi. Jadi sudah waktunya, para engineer memformulasikan solusi-solusi engineering yang bersahabat dengan lingkungan. (luthfinurhakim)

Berita Terkait

IndonesiaEnglish